Tag Archives: beritaterkini

KKN STITAF 2017 – Berbasis Partisipation Action Research (PAR)

Jul 24, 17
admin

No Comments

Siman, 24 Juli 2017. KKN Berbasis Partisipation Action Research (PAR) Bidang Pendidikan adalah kegiatan akademik yang berorientasi pada aplikasi ilmu pengetahuan untuk pemecahan masalah yang terjadi di masyarakat lokasi KKN. Namun demikian, mengingat Mahasiswa peserta KKN dari program studi pendidikan agama Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah, maka fokus program KKN adalah permasalahan pendidikan Agama Islam dalam pendidikan jalur sekolah dan luar sekolah. Inilah yang dimaksud dengan KKN berbasis Partisipation Action Research (PAR) bidang Pendidikan luar Sekolah.

Sebagai kegiatan akademik program wajib keduanya memiliki masing-masing  4 SKS, sehingga menjadi 8 SKS.

Pelaksanaan Dari kegiatan KKN Berbasis Partisipation Action Research (PAR) ini akan dilaksanakan mulai tanggal 01 – 31 Agustus 2017 dan bertempat di Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan, dengan diikuti sebanyak 130 mahasiswa yang terbagi menjadi 15 Kelompok tersebar di kecamatan laren Lamongan.

Tujuan KKN Berbasis Partisipation Action Research :

  1. Membimbing mahasiswa sebagai calon guru agar memperoleh pengetahuan, penghayatan, dan keterampilan yang konsisten dengan profesi guru pendidikan agama Islam.
  2. Membelajarkan mahasiswa dalam menggali problematika pendidikan dalam perspektif pemberdayaan masyarakat.
  3. Membantu pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat, produksi ilmu pengetahuan umat, dan proses perubahan sosial keagamaan.
  4. Membelajarkan mahasiswa dalam membangkitkan kesadaran kritis secara kolektif.
  5. Membelajarkan mahasiswa melakukan refleksi dan pendidikan masyarakat

Program KKN Berbasis Partisipation Action Research

  Kegiatan KKN Berbasis Partisipation Action Research

Penyusunan kegiatan KKN Berbasis Partisipation Action Research pada prinsipnya dimulai dari kajian masalah, perencanaan kegiatan, pelaksanaan program dan pemantauan atau evaluasi kegaiatan. Berikut ini disajikan penjelasan penyusunan kegiatan program KKN dengan pendekatan PAR (participation action research).

  • Kajian masalah dan kebutuhan.

Mahasiswa melakukan terhadap kebutuhan masyarakat tempat KKN Berbasis Partisipation Action Research dengan pendekatan PAR(participation action research). Pada tahap ini peserta KKN bisa menggunakan observasi dan wawancara dengan berbagai sumber kunci di masyarakat, seperti kepala desa, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk mengkaji berbagai aspek kehidupan di desa menurut pandangan seseorang dalam masyarakat tersebut.

Analisis data dengan menggunakan pemetaan, diagram venn, perubahan dan kecenderungan, diagram alur, pohon masalah danharapan, bagan peringkat, dan matriks ranking. Dengan menggunakan teknik-teknik ini mahasiswa dapat memilih skala prioritas masalah terutama pada masalah pendidikan.

  • Perencanaan Mahasiswa melakuikan kajian terhadap potensi dan berbagai alternatif untuk memecahkan problematika pendidikan dan menyadarkan masyarakat memahami kebutuhan yang dapat mendorong mereka kepada pemberdayaan masyarakat. Dalam proses ini mahasiswa juga mempersiapkan langkah-langkah untuk pelaksanaan KKN Berbasis Partisipation Action Research dan teknik-teknik yang digunakan untuk melakukan analisis data yang diperoleh di tempat KKN. Langkah-langkah kegiatan untuk melakukan penelitian terlibat bersama masyarakat. Misalnya, di suatu desa angka putus sekolah tinggi. Sedangkan di desa tersebut terdapat suatu potensi dengan adanya aghniya’ yang dapat dijadikan bapak asuh bagi anak-anak yang tidak sekolah. Rencana aksi KKN Berbasis Partisipation Action Research dapat dilakukan melalui pemetaan seperti pada lampiran Rencana Aksi KKN Berbasis Partisipation Action Research.
  • Kegiatan pelaksanaan, tahap ini adalah proses melakukan penelitian secara partisipatif dengan menggunakan pendekatan PAR(participation action research), sebagai sikap dan perilaku peserta KKN. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat pedesaan untuk turut serta meningkatkan kemampuan dalam menganalisis keadaan mereka terhadap kehidupan dan kondisinya, agar mereka dapat membuat rencana dan tindakan sendiri
  • Pemantauan Kegiatan, dalam kegiatan ini peserta KKN melihat perkembangan program, menyusun analisis keberhasilan dan hambatan-hambatan yang dihadapi, yang selanjutnya dijadikan program baru. Empat tahap kegiatan tersebut secara terus menerus dilakukan, yang biasanya disebut sebagai ‘daur program.

Abdellah, Red.

 

UKM Teater ” KLARAS “

Apr 18, 17
admin

No Comments

    
Lamongan. Salah satu Pementasan UKM Teater Klaras di UIN Sunan Ampel Surabaya. 2017 Pementasan perdana bagi pegiat teater yang baru berdiri ini.

Unit Kegiatan Mahasiswa di STIT Al-fattah memiliki peran yang penting dalam mengembangkan potensi dan kreatifitas mahasiswa dalam berorganisasi di internal kampus. potensi-potensi ini harus ditampung dalam wadah yang memiliki visi misi jelas dan terarah sesuai dengan karakteristik kampus. selain itu, mahasiswa yang berkarakter progresif perlu mendapatkan pembinaan dan pengarahan agar mampu berkreasi sesuai dengan bidang peminatannya masing-masing.

Keberadaan Unit kegiatan Mahasiswa di bidang Seni merupakan salah satu hal yang paling banyak diminati mahasiswa STIT Al-Fattah. Wadah kegiatan ini diberi nama Paguyuban Teater Klaras. (abe/2017)

Akreditasi Prodi PGMI

Mar 29, 17
admin

No Comments

Lamongan, 19 Maret 2017. Akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan (pendidikan tinggi) oleh pihak di luar lembaga yang independen. Akreditasi juga diartikan sebuah upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan antara perguruan tinggi tidak terlalu bervariasi dan sesuai kebutuhan kerja.

Pada pembukaan buku naskah akademik Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi, dijelaskan bahwa akreditasi merupakan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi institusi dilakukan oleh team asesor yang terdiri atas pakar yang memahami hakikat pengelolaan perguruan tinggi.

Landasan dari akreditasi sebuah intitusi pendidikan yakni Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 60 dan 61). Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (Pasal 47) Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 86,87, dan 88). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Data terakhir per 27 April 2016 yang dikeluarkan Kementrian Riset dan Teknologi) ada 121 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 3.109 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada di bawah dikti (PT umum). Terdapat 76 Perguruan Tinggi Agama Negeri (PTAN) dan 958 Perguruan Tinggi Agama Swasta (PTAS) yang berada dibawah kementerian agama. Yang berada di bawah Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) ada 175 Perguruan Tinggi Kedinasan Negeri.

Akreditasi menjadi sebuah aset penting untuk menetapkan posisi sebuah lembaga institusi perguruan tinggi atau program studi dalam tataran kompetisi pengelolan dengan institusi perguruan tinggi dan program studi lain serta merupakan tolok ukur bagi lembaga pengguna produk program perguruan tinggi untuk memastikan lulusan tersebut layak karena dihasilkan dari proses pengelolaan yang terkawal dengan baik.

Tujuan dan Manfaat Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi

BAN-PT adalah lembaga  yang memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menilai, serta menetapkan status dan peringkat mutu institusi perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Tujuan dan manfaat akreditasi institusi perguruan tinggi adalah :

  1. Memberikan jaminan bahwa institusi perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggara perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar.
  2. Mendorong perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi.
  3. Hasil akreditasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, serta pengakuan dari badan atau instansi lain.